PENANGANAN GEMPA BUMI DI KEC. MALALAK


Akibat gempa bumi 7,6 SR yang melanda Sumatera Barat pada tanggal 30 September 2009 sekira pukul 17.16 Wib meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga korban. Ribuan rumah hancur, ratusan orang meninggal dunia bahkan ribuan orang hilang tertimbun reruntuhan bangunan dan tertimbun longsor.

8

Beberapa kampung di Kabupaten Padang Pariaman dan di Kab. Agam hilang dan menjadi kuburan masal bagi korban yang tidak bisa ditemukan akibat tertimbun longsor tersebut.

2

Khususnya di Kecamatan Malalak yang termasuk wilayah hukum Polresta Bukittinggi dengan jumlah korban 31 orang meninggal dunia, 41 orang hilang dan 6 orang mengalami luka berat, 3.233 rumah rusak berat, 267 rumah rusak sedang dan 406 rumah rusak ringan dengan rincian sebagai Berikut :

9

  1. Nagaria Malalak Utara jumlah korban sebanyak 3 orang, meninggal dunia 2 orang, luka berat sebanyak 1 orang, 836 unit rumah rusak berat, 64 unit rumah rusak sedang dan 120 unit rumah rusak ringan.
  2. Nagari Malalak Selatan jumlah korban sebanyak 67 orang, meninggal dunia 27 orang, hilang 35 orang, dan mengalami luka berat 3 orang, 997 rumah rusak berat, 53 rumah rusak sedang dan 66 rumah rusak ringan.10
  3. Nagari Malalak Barat jumlah korban sebanyak 9 orang, meninggal dunia 2 orang, hilang 6 orang dan mengalami luka berat 2 orang, 650 rumah rusak berat, 50 rumah rusak sedang, 80 rumah rusak ringan.

3

Untuk membantu evakuasi korban gempa di kecamatan Malalak, Polresta Bukittinggi dari tanggal 1 s/d 5 Oktober 2009 mengirimkan Tim Evakuasi yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Bukittinggi Drs. Eko Para Setyo S,  M.Si sebanyak 75 orang/hari yang disebar dibeberapa lokasi, sedangkan mulai tanggal 6 s/d 12 Oktober 2009 Polresta Bukittinggi mengirimkan sebanyak 25 orang personil setiap hari yang dipimpin oleh seorang perwira yang ditunjuk.

4

Kondisi jalan yang putus terimbun longsor, pada tanggal 1 Oktober 2009 personil Polresta Bukittinggi sebagai perintis yang membuka akses jalan menuju Malalak dari arah Simpang Balingka dengan menggunakan peralatan seadanya karena belum adanya bantuan alat berat.

5

Sebelum melakukan evakuasi sesampai di Malalak personil yang akan melakukan Evakuasi diberikan APP oleh Waka Polresta Bukittinggi Kompol Heri Rio Prasetyo, SiK  agar dalam pelaksanaan tugas evakuasi anggota tidak mengalami keragu-raguan dalam bekerja.

6

Sebagai rasa simpatik terhadap korban pada tanggal 10 Oktober 2009 Bhayangkari Cabang Kota Bukittinggi mengirimkan bantuan dalam bentukpaket sembako yang diserahkan langsung oleh Ny.Poppy Eko Para selaku ketua Cabang Bhayangkari Kota Bukittingg.

7

Tentang Marjohan

Seorang anak desa dengan segala lika - liku kehidupan dan cobaan...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s