Maulid Nabi Muhammad SAW


Dalam rangka meningkatkan keimanan dan memupuk rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW, maka pada hari Kamis tanggal 17 Februari 2011 sekira pukul 08.00 Wib bertepatan dengan tanggal 14 Rabbiul Awal 1432 H, Polres Bukittinggi beserta jajaran melaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, diadakan di Mesjid Baitul Amin Polres Bukittinggi, dengan tema ” Jadikan Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW Sebagai Inspirasi Percepatan Revitalisasi Polri Guna Mewujudkan Masyarakat Yang Aman Dan Tentram”.

Maulid Nabi Muhammad SAW
Maulid Nabi Muhammad SAW

Setelah acara dibuka oleh protokol, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Kalam Illahi oleh NY. Effendi P, serta sambutan oleh Kapolres Bukittinggi Akbp Wisnu Andayana SST.MK.

Pada kesempatan tersebut Bapak Kapolres menyampaikan kepada seluruh keluarga besar Polres Bukittinggi yang hadir, jadikanlah kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini sebagai ibadah dan untuk meningkatkan keimanan kita kepada Nabi Muhammad SAW. Laksanakanlah semua perintah dan pekerjaaan dengan Ikhlas semata-mata karena Allah tanpa ada rasa keterpaksaan dan tekanan. Karena semua itu menjadi ibadah dan mendapat pahala disamping melaksanakan kewajiban atau perintah. Akan rugi besar apabila tugas dan perintah dilaksanakan dengan hati dongkol dan tidak ikhlas. Disamping mendapat rasa capek hati menjadi sakit, perasaaan tidak tentram, dan yang paling rugi kita juga mendapat dosa.

Untuk lebih sakhralnya acara, panitia mengundang Ketua MUI Kota Bukittinggi Dr. Zainuddin Tanjung sebagai penceramah. Yang mana pada acara Maulid Nabi tersebut beliau memberikan pengajian tentang bagaimana ketauladanan, kepemimpinan, kesabaran,  sifat dan akhlak nabi Muhammad SAW, serta bagaimana cara kita mencintai Nabi Muhammad SAW sebagai junjungan besar kita umat islam didunia.

Sebuah kisah yang patut kita tauladani dan menjadi renungan bagi kita betapa pentingnya kita melaksanakan maulid nabi dalam rangka meningkatkan rasa cinta kita kepada Rasulullah Nabi Muhammad SAW.

*

Seorang hamba sahaya bernama Tsauban amat menyayangi dan merindui Nabi Muhammad saw. Sehari tidak berjumpa Nabi, dia rasakan seperti setahun. Kalau boleh dia hendak bersama Nabi setiap masa. Jika tidak bertemu Rasulullah, dia amat berasa sedih, murung dan seringkali menangis. Rasulullah juga demikian terhadap Tsauban. Baginda mengetahui betapa hebatnya kasihsayang Tsauban terhadap dirinya.

**

Suatu hari Tsauban berjumpa Rasulullah saw. Katanya “Ya Rasulullah, saya sebenarnya tidak sakit, tapi saya sangat sedih jika berpisah dan tidak bertemu denganmu walaupun sekejap. Jika dapat bertemu, barulah hatiku tenang dan bergembira sekali. Apabila memikirkan akhirat, hati saya bertambah cemas, takut-takut tidak dapat bersama denganmu. Kedudukanmu sudah tentu di syurga yang tinggi, manakala saya belum tentu kemungkinan di syurga paling bawah atau paling membimbangkan tidak dimasukkan ke dalam syurga langsung. Ketika itu saya tentu tidak bersua muka denganmu lagi.”

***

Mendengar kata Tsauban, baginda amat terharu. Namun baginda tidak dapat berbuat apa-apa kerana itu urusan Allah. Setelah peristiwa itu, turunlah wahyu kepada Rasulullah saw, bermaksud “Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya, maka mereka itu nanti akan bersama mereka yang diberi nikmat oleh Allah iaitu para nabi, syuhada, orang-orang soleh dan mereka yang sebaik-baik teman.”
Mendengarkan jaminan Allah ini, Tsauban menjadi gembira semula. .

Tauladan dari kisah ini:

Cinta kepada Rasulullah adalah cinta sejati yang berlandaskan keimanan yang tulen
Mencintai Rasul bermakna mencintai Allah Kita bersama siapa yang kita sayangi. Jika di dunia sayangkan nabi,insyallah kita bersama nabi di akhirat nanti.
Hati yang dalam kecintaan terhadap seseorang akan merasa rindu yang teramat sangat jika tidak bertemu .
Pasangan sahabat yang berjumpa dan berpisah kerana Allah semata-mata akan mendapat naungan Arasy di hari akhirat kelak Rasulullah amat mengetahui mana-mana umatnya yang mencintai baginda,meskipun baginda sudah wafat.
Rasulullah memberi syafaat kepada sesiapa di antara umatnya yang mengasihi baginda.
Sebaik-baik sahabat ialah mereka yang berkawan di atas landasan keagamaan dan semata-mata kerana Allah.

 

Tentang Marjohan

Seorang anak desa dengan segala lika - liku kehidupan dan cobaan...
Pos ini dipublikasikan di SEPUTAR BUKITTINGGI, Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s