Binrohtal Oleh Biro SDM Polda Sumbar


 

Ustad Endi T
Ustad Endi T

Dalam rangka memberikan salah satu hak anggota Polri untuk mendapatkan pembinaan rohani dan mental, pada hari Rabu tanggal 23 Maret 2011 sekira pukul 08.00 Wib beberapa jam yang lalu telah dilaksanakan Binrohtal yang di Aula Mapolres Bukittinggi. Acara dilaksanakan pada pagi hari dimana selesai apel pagi anggota diperintahkan memasuki Aula untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Binrohtal di Polres Bukittinggi diberikan langsung oleh team dari Biro SDM Polda Polda Sumbar dibawah pimpinan Kasubbag Wat Pers AKBP Azwir Nasution selaku Ka Team, Kasubbag Roh Jas Kompol Agusli SH,MM sebagai Anggota Team, dan Ustad Brigadir Enditiarman sebagai pemberi materi ceramah. Selain yang disebutkan diatas bersama rombongan juga ikut beberapa orang anggota team lainnya sebagai pelaksana dalam rangka tes kesamaptaan jasmani seluruh anggota jajaran Polres Bukittinggi yang dilaksanakan di lapangan Wira Braja Bukittinggi selama dua hari yaitu pada hari Rabu dan Kamis tanggal 23 s/d 24 Maret 2011.

 

Binrohtal
Binrohtal

Pada kesempatan tersebut Ustad Enditiarman memberikan ceramah dengan tema “Pembentukan Keluarga sejahtera”. Ustad menerangkan didalam ceramahnya untuk mendapatkan keluarga sejahtera tersebut diawali dengan pemilihan jodoh sebagaimana Hadist Nabi Muhammad SAW, ada 4 pertimbangan yang harus diperhatikan yaitu :

  1. Karena kecantikannya, dengan harapan memiliki istri yang cantik sehingga sang suami tidak akan tergoda lagi dengan wanita lain.
  2. Karena kekayaannya, dengan harapan memiliki istri yang kaya rumah tangga akan sejahtera dan tidak mengalami kekurangan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
  3. Karena keturunannya, dengan harapan memiliki istri dari keturunan bangsawan, orang terpandang, akan menjadikan keluarga kita juga diseganni dan dihormati orang.
  4. Karena agamanya, dengan harapan mempunyai istri yang mempunyai dasar aqidah agama yang kuat, solehah, akan mendapatkan keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah.

 

Binrohtal
Binrohtal

Menurut Ustad Enditiarman, alangkah lebih baiknya bila dalam memilih istri kita membalikan nomor urutan dalam skala prioritasnya. Kenapa demikian, Ustad menjelaskan bila memilih istri sesuai urutan diatas 1,2,3 dan 4 nilainya hanya 1, sedangkan bila memilih istri dengan membalik urutannya dari nomor 4,3,4,1 nilainya 1000.

Maksudnya bila memilih istri hanya karena kecantikannya saja nilainya hanya 0, karena kecantikan itu lambat laun akan berkurang sesuai berjalannya umur. Bila memilih istri hanya karena kekayaannya saja nilainya juga 0, karena kekayaan makin lama bias juga habis. Bila memilih istri berdasarkan keturunannya nilainya juga 0, dan memilih istri karena agamanya nilainya 1. Jadi 0 + 0 + 0 + 1 = 001 atau satu. Sedangkan kalau memilih istri dengan membalik urutannya dengan mendahulukan agamanya maka nilainya 1 + 0 + 0 + 0 = 1.000.

Selain hal tersebut diatas ada beberapa hal lain yang menentukan bagaimana keadaan rumah tangga setelah menikah diantaranya :

  1. Niat baik ingin membentuk rumah tangga sakinah mawaddah warrahmah, dilandasan, kejujuran, kasih saying, saling menghormati dan saling mencintai, jauh dari segala perselingkuhan dan hal-hal lain yang akan merusak keharmonisan rumah tangga.
  2. Penyakit jasmani, misalnya karena gangguan kesehatan pada alat refproduksi sehingga tidak adanya keturunan menyebabkan pecahnya kehrmonisan rumah tangga yang berakibat pada perceraian.
  3. Penyakit rohani, misalnya karena pasangan suami atau istri mengalami gangguan jiwa/gila sehingga si istri atau suami ingin bercerai dan mencari WIL atau PIL.
  4. Penyakit social, tidak tahan melihat orang lain senang, punya ini dan itu menyebabkan timbulnya kecurigaan dan ketidak puasan sehingga sering bertengkar dan sering menyebabkan perceraian.
  5. Keadaan kondisi pribadi, bias tidaknya mengatasi ketegangan dalam rumah tangga, misalnya bila salah satu marah dan keras maka pihak lainnya harus sabar dan lunak sehingga ketegangan tidak tambah menjadi yang bias berakibat putusnya tali ikatan rumah tangga.
  6. Pendidikan dan keimanan untuk menjalankan perintah agama, dimana rumah tangga yang tidak berpendidikan serta tidak pernah menjalankan sariat agama seperti solat, puasa dan suka berjudi, akan menjadi rumah tangga neraka yang akan berujung pada pertengkaran dan pertengkaran.

Ustad Enditiarman juga menerangkan pengertian dari sakinah adalah “merasa tentram dengan keberadaan istri atau suami”. Untuk mendapatkan rumah tangga sakinah, maka jauhilah kebohongan karena kebohongan yang satu akan diikuti oleh kebohongan yang lain sehingga hari-hari akan dilewati oleh bohonh dan bohong, serta pupuklah ke setiaan dan kejujuran untuk meningkatkan rasa cinta dan kasih sayang.

Tentang Marjohan

Seorang anak desa dengan segala lika - liku kehidupan dan cobaan...
Pos ini dipublikasikan di SEPUTAR BUKITTINGGI. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s