Tatap Muka Dengan Anak Cilik Hafiz Alqur’an


rasyidMohhamad Abdul Rasyid (5,5 th) putra seorang PNS Polri yang berdinas di Rumkit Polda Riau sejak umur 6 bulan sudah ada tanda-tanda menyukai ayat alquran. Tanpa bimbingan khusus seorang guru bahkan terlahir dari seorang ibu yang minim pengetahuan agama. Pada usia 5,5 tahun sekarang Rasyid kecil sudah hafal alquran 30 juzz, serta fasif berbahasa arab.

Selasa tanggal 5 Februari 2013, beberapa jam yang lalu di Aula Mapolres Bukittinggi, Kapolres Bukittinggi Akbp Drs.Eko Nugrohadi, M.Si mengadakan acara tatap muka dengan Rasyid dan keluarga yang dihadiri seluruh anggota Polres Bukittinggi dan jajaran. Kegiatan ini dapat terselenggara dengan mudah, karena kebetulan Rasyid dan orang tuanya lagi pulang kampung ke Kamang Magek Kab. Agam dalam rangka acara “Baralek Tagak Datuak” pesta adat pengangkatan penghulu.

IMG00019-20130205-0929Pada kesempatan tatap muka tersebut Rasyid dengan fasif membacakan ayat-ayat alquran, mengucapkan salawat dan salam serta menerangkan tata cara sholat secara rinci dengan bahasa arab. Ustad Syamsul Bahri, seorang PNS Departeman Agama Bukittinggi yang tergabung dalam Himpunan Mubaliq dan Dakwah Kota Bukittinggi yang pada kesempatan tersebut ikut hadir, merasa kagum. Sewaktu Kapolres Bukittinggi menanyakan kepada Ustad Syamsul Bahri perihal tata cara sholat yang disampaikan Rasyd dalam bahasa arab, Ustad Samsul Bahri berucap “Subhannalah”, anak kecil  seusia Rasyid bisa menjelaskan sebegitu detail. Semua yang dijelaskan Rasyid semua benar dan terperinci tentang tata cara sholat  mulai dari niat sampai salam. Bahkan Ustad Samsul Bahri bilang saya juga belum tentu bisa menjelaskan seperti itu, apalagi Rasyid menjelaskannya dalam bahasa arab.

Ida Sofiarni, Ibunda Rasyid yang sekarang dipanggil Ummi menjelaskan,”Rasyid dulu bernama Gilang Pratama dengan panggilang GIlang, tetapi setelah dia tau arti nama maka dia minta ganti sendiri namanya menjadi Mohammad Abdul Rasyid, yang sekarang dipanggil Rasyid”.

Ida sopiarni mengakui bahwa Rasid adalah hidayah dan karunia Allah yang diberikan kepadanya.

 “Dari sejak muda dulu saya minim mengenal agama dan bahkan bisa dibilang tomboy dan menyukai kehidupan malam, semenjak ada Rasyid berputar, sekarang saya pake jilbab, belajar agama, dan bahkan sudah pergi umroh bersama Rasyid”, Ida Sofiarni menjelaskan. Tiap hari semenjak mulai bisa bicara Rasyid selalu mengingatkan Umminya agar selalu taat beribadah dan jangan sampai meninggalkan sholat. Bahkan pergi umroh pun Rasyid yang mengajak karena dia pingin ke mesjidil haram bersama Umminya.

Sisi lain dari Rasyid, Ida Sofiarni menjelaskan,”Rasyid masih bersikap semuanya dan tidak bisa dipaksa. Kadang ditanya oleh orang lain dia tidak menghiraukan, dan asyik dengan mainannya sendiri. Kadang ditanya dan dijawab seenaknya. Mohon maaf bila hal itu sampai terjadi,” kata Ida Sofiarni.

Selaku orang tua Ida Sofiarni sudah bawa anaknya kebeberapa Ustad untuk dididik dan diarahkan, tetapi semua ditolak oleh Rasyid. “Rasyid sering bertanya apasaja tentang agama, tetapi semua yang ditanyakan seolah dia hanya menguji saja karena dia sudah tau jawabnya. Bahkan ada yang bilang Rasyid anak Indigo dan sebagainya. Tetapi walau bagaimanapun dan siapapun Rasyid adalah hidayah dan karunia buat saya”, kata Ida Sofiarni.

 

 

 

Tentang Marjohan

Seorang anak desa dengan segala lika - liku kehidupan dan cobaan...
Pos ini dipublikasikan di SEPUTAR BUKITTINGGI. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s