Binrohtal Personil Polres Bukittinggi


UntitledDalam rangka pemenuhan hak personil di bidang rohani, setiap hari Kamis Minggu ke tiga Polres Bukittinggi dan jajaran melaksanakan kegiatan Binrohtal. Bagi yang beragama Islam melaksanakan kegiatan di Mesjid Baitul Amin, sedangkan yang beragama Nasrani melaksanakan kegiatan di Aula Polres Bukittinggi. Selain yang dilaksanakan setiap minggu ketiga di Mesjid dan di Aula Polres Bukittinggi, juga dilaksanakan setiap hari Kamis di Halaman Mapolres Bukittinggi setelah apel.

Pada kegiatan Binrohtal hari Kamis tanggal 21 Februari 2013 kemaren, Polres Bukittinggi mengundang Ustad Amir Hasibuan dari Pesantren Almunawarah Guguak Bulek untuk memberikan siraman rohani dan pengajian kepada personil Polres Bukittinggi dan jajaran. Acara dimulai dengan pembukaan oleh protokol yaitu Aipda Irwan dari Bagren, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alqur’an oleh Briptu Leni Agustia dari Bagsumda. Selesai pembukaan dan pembacaan ayat suci alqur’an kemudian dilanjutkan dengan acara pokok berupa siraman rohani oleh ustad Amir Hasibuan.

Mengawali pengajian Ustad Amir Hasibuan menyampaikan, “Berbagai macam pahala yang dapat kita terima bila kita berada dimesjid. Kita duduk tenang saja di dalam mesjid sudah mendapat pahala, apalagi kalau kita duduk tenang ambil mendengar pengajian lebih besar lagi pahalanya. Supaya lebih komplit pahala yang kita dapat alangkah lebih baiknya sampai di mesjid sebelum mendengar pengajian kita melaksanakan sholat Dhuha dua rakaat. Manfaat dari sholat Dhuha yang paling utama ialah agar kita mendapat keberkahan hidup di dunia. Tidak ada artinya hidup bergelimang uang kalau tidak berkah, pikiran selalu cemas dan khawatir. Lebih baik hidup sederhana tetapi berkah sebagaimana kata Nabi Muhammad S.A.W, “Rumahku adalah sorgaku”.

Ustad Amir Hasibuan menjelaskan, untuk mendapatkan keberkahan sebagaimana semboyan Nabi Muhammad, SAW “Rumahku adalah sorgaku”, perlu adanya ketulusuan, saling pengertian, saling menghormati, kasih sayang dan harmobis serta selalu memelihara kemesraan walaupun sudah bertambahnya usia. Satu hal yang tidak boleh tinggal dalam menjaga keharnisan rumah tangga adalah perlu adanya kesabaran. Kunci untuk mendapatkan kesabaran yaitu dengan cara berdoa dan berserah diri kepada Allah.

Mengakhiri tauziahnya Ustad Amir Hasibuan mengajak bersalawat bersama serta kemudian menutup dengan doa. Selesai acara seluruh personil kembali kesatuan kerja masing-masing untuk melaksanakan aktifitas kedinasan sebagaimana biasanya.

 

 

Tentang Marjohan

Seorang anak desa dengan segala lika - liku kehidupan dan cobaan...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s