Polres Bukittinggi Menuju Service From Heart


IMG00141-20130327-1009Dalam rangka meningkatkan pelayanan menuju Pelayanan Prima( Service Excelent ), Polres Bukittinggi melaksanakan beberapa terobosan kreatif(Creative Breaktrough). Diantara terobosan kreatif  yang sudah dilaksanakan pada tahun 2012 yaitu :

  1. Pelatihan Pelayanan Prima Tahap I untuk seluruh personil Polres Bukittinggi dan jajaran dengan mendatangkan Instruktur dari PHRI (Perhimpunan Hotel & Restauran Indonesi).
  2. Memasang CCTV pemantau arus lalu lintas di persimpangan yang merupakan simpul kemacetan.
  3. Memasang CCTV diruang pelayanan, ruang pemeriksaan, ruang interogasi, dan pada lokasi penting lainnya.
  4. Membangun ruang tahanan khusus untuk anak dan perempuan.

Upaya peningkatan pelayanan tersebut di tahun 2013, Polres Bukittinggi melaksanakan Pelatihan Pelayanan Prima Tahap II, dengan mendatangkan Team ESQ 165. Kegiatan berlangsung selama 2 (dua) hari pada tanggal 26 s/d 27 Maret 2013 bertempat di Auditorium Pustaka Bung Hatta yang diikuti oleh seluruh personil Polres Bukittinggi dan jajaran.

Pada Pelatihan Pelayanan Prima Tahap II tersebut, Saudara Hendri Bayu sebagai ketua Team Trainer ESQ 165 memberikan persentasi dengan judul “Service From Heart”, (Pelayanan yang dimulai dengan keinginan menolong, diiringi kemampuan mendengar dan sikap empahty didorong oleh keinginan yang kuat memahami masyarakat dengan melakukan respon yang tepat dan tuntas). Pelayanan Polri terhadap masyarakat bukan karena perintah pimpinan, bukan karena ingin di puji, bukan karena mengharapkan imbalan, melainkan Ikhlas atas dorongan hati ingin memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

IMG00140-20130327-1008Diantara isi persentasi yang disampaikan tim penyaji yaitu “ Mengapa banyak pemimpin gagal?”. Menurut Larry Bossidi dan Ram Charan, “Banyak pemimpin yang terlalu fokus pada High Level Strategy, agar kelihatan hebat, tapi tidak benar-benar memperhatikan implementasinya sampai ke level bawah. Program yang bagus dari sang pemimpin apabila tidak didorong dengan pengawasan dan bimbingan dalam pelaksanaannya sampai ke level bawah, tidak akan jalan dan hanya sia-sia.

IMG00155-20130327-1316Saudara Hendri Bayu juga menyampaikan, “Tingkat kesuksesan seseorang hanya 10 – 20 % yang dipengaruhi oleh kepintaran dan ilmu pengetahuan, tetapi sebanyak 80 – 90 % dipengaruhi oleh sikap dan budi pekerti seseorang. Menurut survey dari 4000 orang yang kehilangan pekerjaan, 400 orang disebabkan karena keahliannya, tetapi yang lebih besar sebanyak 3600 orang kehilangan pekerjaan karena perilaku dan faktor keperibadiannya. Pada suatu institusi, hanya 1 dari 4 karyawan(26%) yang mencintai apa yang mereka kerjakan, 2 dari 4 karyawan(55%) merupakan karyawan yang acuh, masuk kerja sekedar pencet absen kedatangan duduk-duduk dan tunggu absen pulang, serta 1 dari 5 karyawan (19%) menjadi provokator yang selalu menentang kebijakan dan akan menghacurkan institusi atau perusahaan”.

IMG00147-20130327-1049Untuk mencapai kesuksesan hidup didunia dan akhirat kelak, ada 3 (tiga) macam kesuksesan yang harus dimiliki. Pertama kesuksesan intelektual, karena orang yang pintarlah yang akan berhasil, tetapi apabila kepintaran tidak didukung dengan landasan agama akan tetap hancur. Kedua kesuksesan emosional berupaya bagaimana orang bisa menghargai dan menghormati kita, tetapi apabila tidak didukung dengan intelektual (keahlian) dan agama (spritual) juga akan hancur karena tidak sedikit organisasi yang pecah karena keegoan seseorang ingin dihargai. Kesuksesan yang ketiga yang harus dimiliki yaitu kesuksesan spritual atau ketaatan beragama yang baik. Kesuksesan spritual ini apabila tidak didukung dengan kesuksesan intelektual maupun kesuksesan emosional, jelas didunia kita tidak sukses mungkin di akhirat saja kita bisa sukses, karena hari-hari kita hanya habiskan untuk beribadah dan tidak mau tahu dengan kebutuhan duniawi.

IMG00157-20130327-1409Saudara Hendri Bayu menjelaskan,”Untuk mencapai service from heart, ada 5 (lima) pilar yang harus dijalani. Pertama Help Mindset, bagaimana kita merobah cara pandang kita dalam melayani masyarakat bukan karena keterpaksaan, atau karena tugas semata-mata, melainkan atas dorongan hati ingin membantu dan melayani masyarakat. Kedua Emphaty, bagaimana kita memperlihatkan bahwa kita serius bahkan dengan menggunakan bahasa tubuh memutar duduk menghadap kepadanya untuk mendengarkan keluhan tentang apa yang disampaikan oleh masyarakat. Ketiga Analyze, bagaimana kita dengan cepat harus memutuskan apa yang harus disampaikan tentang permasalahan yang dilaporkan oleh masyarakat. Keempat Response, bagaimana kita dengan cepat menanggapi apa yang disampaikan serta langsung melakukan aksi. Sedangkan yang terakir yaitu Total Action, bagaimana kita dalam membantu dan melayani masyarakat tersebut sampai selesai dan tuntas.

 

Tentang Marjohan

Seorang anak desa dengan segala lika - liku kehidupan dan cobaan...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s