Brigjen Pol Boy Rafli Amar Baralek Gadang


boy1Koto Gadang Baralek Gadang (pesta besar-besaran) dalam rangka Batagak Pangulu (mengangkat seorang penghulu adat) Kaum Pasukuan Suku Koto. Gelar kebesaran tersebut dianugerahkan kepada seorang anak nagari (putra asli daerah), Brigadir Jendral Boy Rafli Amar, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas  Polri, dengan Gelar  Datuk Rangkayo Basa.

Pesta besar hampir satu minggu  tersebut, yang acara puncaknya yaitu peresmian pengangkatan penghulu yang diberi nama Malewakan Gala mulai hari ini, Jum’at tanggal (29/11/13) dengan agenda Batagak Gadang, yakni menyampaikan pidato, lalu penghulu tertua
memasangkan deta (penutup kepala kebesaran seorang Penghulu) dan menyisipkan sebilah keris sebagai tanda serah terima jabatan.

Agenda kegiatan hari Sabtu (30/11/13) yaitu  Maarak Pangulu (membawa penghulu yang baru diangkat keliling kampung dengan iring-iringan untuk dikenalkan kepada masyarakat sekitar). Sedangkan agenda puncaknya yang terakir yaitu pesta jamuan makan yaitu pada hari Minggu tanggal 1 Desember 2013.

Menjawab banyaknya kalangan yang bertanya-tanya siapakah Brigjen Pol Boy Rafli Amar putra Minang tersebut. Berikut rangkuman artikel yang saya rangkum dari sumber yang sangat valid.

boyBrigjen Pol. Drs. Boy Rafli Amar (lahir di Jakarta tahun 1965) adalah seorang perwira tinggi Polri yang menjabat Karopenmas Divhumas Polri (Kepala Biro Penerangan Masyarakat-Divisi Hubungan Masyarakat-Kepolisian Republik Indonesia). Dia mendapatkan bintang satu-nya setelah menduduki jabatan tersebut pada bulan Juni 2012. Sebelumnya, dia menjabat Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri dengan pangkat Komisaris Besar Polisi.

Boy Rafli Amar menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus pada tahun 1988 dengan pangkat Inspektur Dua Polisi (Ipda). Pada tahun 1991 pangkatnya naik menjadi Inspektur Satu Polisi (Iptu). Pada saat berpangkat Komisaris Polisi di tahun 1999, dia ditugaskan ke Bosnia sebagai Wakil Komandan Kontingen Garuda XIV.

Boy yang lahir di Jakarta merupakan putra dari seorang ibu yang berasal dari Bukittinggi dan ayah dari Solok, Sumatera Barat, serta cucu dari sastrawan Indonesia, Aman Datuk Madjoindo. Dia menikah dengan seorang wanita bernama Irawati dan telah dikaruniai 2 orang anak.(Han/Hms)

Tentang Marjohan

Seorang anak desa dengan segala lika - liku kehidupan dan cobaan...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s