POLRES BUKITTINGGI GELAR APEL SATGAS PENANGGULANGAN BENCANA


IMG_6561

Rabu (31/08/2016) pukul 09.00 wib, telah dilaksanakan Apel Siaga  Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Halaman Mapolres Bukittinggi. Apel siaga dipimpin langsung oleh Kapolres Bukittinggi AKBP Tri Wahyudi, Sik. MH.

 

Apel bersama Satgas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukum Polres Bukittinggi tersebut selain pasukan dari Polres Bukittinggi dan jajaran, juga diikuti oleh satuan samping dan instansi terkait. Diantaranya pasukan yang mengikuti selain personil Polres Bukittinggi yaitu 1 peleton pasukan dari Kodim 0304 Agam, 1 peleton gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Agam dan Kota Bukittinggi, peleton dari PMI Kab.Agan dan Kota Bukittinggi, peleton dari Polisi Kehutanan dan BKSDA Bukittinggi.

IMG_6555

Kapolres Bukittinggi pada kesempatan Apel tersebut menyampaikan, kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia telah menyebabkan kerugian yang tidak sedikit baik materil maupun inmateril. Di Indonesia yang paling banyak hospot ttik api kebakaran hutan pada tahun kemaren adalah di wilayah Sumatera terutama di Propinsi Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Riau. Sedangkan untuk wilayah hukum Polres Bukitinggi yang memiliki wilayah hutan dan rentan terjadi kebakaran yaitu di Kabupaten Agam wilayah Timur diantaranya Kecamatan Sungai Puar, Candung, Baso, Palupuh dan Malalak.

IMG_6553Kata Tri Wahyudi, akibat kebakaran hutan dan lahan ini terjadi kerugian inmateril yakni meningkatnya penyakit ISPA ditengah masyarakat, sekolah diliburkan sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan.

Untuk itu orang nomor satu di Polres Bukittinggi ini meminta kepada Satgas yang sudah dibentuk beerja sama dengan instansi terkait untuk mencegah, dan menangani bencana kebakaran hutan dan lahan dalam wilayah hukum Polres Bukittinggi ini. Yang paling penting adalah mencegah, jangan sampai terjadi kebakaran hutan dan lahan terutama yang disengaja oleh masyarakat untuk membuka lahan pertanian dengan dalih hemat biaya.

IMG_6559KapolreS menambahkan, “Satgas dan instansi terkait harus giat mensosialisasikan kepada masyarakat dalam membuka lahan tidak dengan cara membakar hutan, karena besarnya dampak kerugian yang ditimbulkan, serta juga mensosialisasikan kepada masyarakat tentang ancaman/ sanksi hukuman yang akan diterima apabila membuka lahan dengan cara membakar hutan.

Selesai Apel, kegiatan dilanjutkan dengan peragaan oleh BPBD Kab.Agam yang juga diikuti oleh Kapolres dan personil jajaran Polres Bukittinggi, tentang cara penanganan pemadaman api dengan menggunakan karung goni yang di Basahkan, serta pemadaman api dengan menggunakan racun api dan tata cara penggunaan mesin gergaji kayu Senso.

Danru C Dinas Pemadam Kebakaran Kab.Agam, Rino Irvan Aditya pada saat peragaan menyampaikan,” Api dapat menyala harus tersedia tiga unsure, apa bila salah satu unsure tersebut tidak tersedia maka api tidak dapat menyala. Diantara ketiga unsure tersebut yaitu Oksygen, bahan bakar dan media panas, oleh karenanya di ruang hampa udara api tidak dapat menyala”.

(Han/Hms)

Tentang Marjohan

Seorang anak desa dengan segala lika - liku kehidupan dan cobaan...
Kutipan | Pos ini dipublikasikan di SEPUTAR BUKITTINGGI. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s