UANG TUNAI 580 JT BERHASIL DIAMANKAN DARI TIGA TERSANGKA


15036507_1289819914415885_8587973534434926018_nPOLRES BUKITTINGGI. Tiga orang pelaku pencurian uang sebesar Rp. 660 juta pada 31 Oktober 2016 di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) By. Pass Anak Air, berhasil di bekuk Unit Reskrim Polsek Bukittinggi yang di backup oleh Sat Reskrim Polres Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar).

Wakapolres Bukittinggi Kompol Sajarod Zakun, Sik di dampingi Kapolsek Bukittinggi Kompol Zahari Almi di ruang humas Polres Bukittinggi, Selasa, mengatakan ketiga pelaku warga Kabupaten Tanah Datar berinisial ZA (24), KH (24) dan RD (18) adalah kakak beradik. Adapun motif pencurian tersebut diduga sementara karena desakan kebutuhan ekonomi.

“Setelah laporan pencurian pada 31 Oktober itu kami terima, petugas memeriksa tempat kejadian perkara dan kuat dugaan pencurian melibatkan orang dalam karena jalan menuju kantor bendahara tempat uang disimpan hanya diketahui oleh pegawai,” katanya.

14938137_1289819917749218_876125732250814209_nIa menerangkan, petugas melakukan pemeriksaan terhadap delapan pegawai SPBU dan kecurigaan menjurus pada ZA karena terdapat beberapa kejanggalan. Diantara yang menjadi perhatian petuas dimana informasi kontak yang dilakukan pada Minggu( 30/10) telah dihapus dari telepon genggam miliknya.

“Dari temuan itu kami lakukan pendalaman dan ZA akhirnya mengakui pencurian dilakukan bekerjasama dengan dua orang lain yang merupakan saudara kembar dan adiknya. ZA ditangkap pada 3 November 2016,” sebutnya.

Menurut keterangan ZA, ia melanjutkan, dirinya bertugas sebagai pengalih perhatian dengan mengajak pegawai SPBU ke pemandian air panas di Kabupaten Solok sehingga kantor ditinggal dalam keadaan kosong sejak Minggu (30/10) pukul 23.00 WIB hingga Senin (31/10) pukul 5.00 WIB.

Selanjutnya KH dan RD mendatangi lokasi dan masing-masing bertugas mengawasi situasi sekitar SPBU dan kemudian masuk keruang kantor dengan membuka kaca jendela untuk melakukan pencurian.

“Setelah melakukan pencurian, KH dan RD sempat kabur ke Propinsi Lampung, dan pada tanggal 6 November 2016 tersangka KH dan RD berhasil di tangkap setelah keduanya kembali ke Bukittinggi diantar langsung oleh kerabatnya,”lanjutnya.

Dari ketiga pelaku pencurian tersebut, polisi berhasil mengamankan uang tunai sebesar Rp. 580 juta, satu unit sepeda motor yang digunakan untuk mendatangi SPBU saat melakukan pencurian, kunci inggris dan karet kaca jendela.

“Pengakuan para pelaku, uang sekitar Rp. 80 juta an telah digunakan untuk membayar hutang dan biaya perjalanan KH dan RD. Atas perbuatan pelaku dikenai Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh sampai sembilan tahun penjara,” katanya.

(Han/Hms)

 

Tentang Marjohan

Seorang anak desa dengan segala lika - liku kehidupan dan cobaan...
Kutipan | Pos ini dipublikasikan di SEPUTAR BUKITTINGGI. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s